Tilawah
Tilawah adalah kegiatan membaca Al-Qur’an dengan tartil, memperhatikan kaidah tajwid, makharijul huruf, dan keindahan irama bacaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar dan indah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk karakter religius dan akhlak mulia pada peserta didik.
Tilawah merupakan kegiatan membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih dengan memperhatikan kaidah tajwid, makharijul huruf, serta pengaturan nafas dan irama bacaan yang sesuai. Tilawah tidak hanya menekankan ketepatan dalam pelafalan huruf dan hukum bacaan, tetapi juga penghayatan terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca.
Melalui kegiatan tilawah, peserta didik dibina untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk sikap religius, disiplin, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini juga berperan dalam mengembangkan kepercayaan diri, ketenangan jiwa, serta kesiapan peserta didik untuk tampil dalam kegiatan keagamaan maupun perlombaan tilawah.
Manfaat Program
- Tilawah merupakan kegiatan membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih dengan memperhatikan kaidah tajwid, makharijul huruf, serta pengaturan nafas dan irama bacaan yang sesuai. Tilawah tidak hanya menekankan ketepatan dalam pelafalan huruf dan hukum bacaan, tetapi juga penghayatan terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca.
Melalui kegiatan tilawah, peserta didik dibina untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk sikap religius, disiplin, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini juga berperan dalam mengembangkan kepercayaan diri, ketenangan jiwa, serta kesiapan peserta didik untuk tampil dalam kegiatan keagamaan maupun perlombaan tilawah.
Metode Pembelajaran
- Metode pembelajaran tilawah dilakukan melalui talaqqi, yaitu guru memberikan contoh bacaan yang benar kemudian peserta didik menirukannya secara langsung. Selain itu, digunakan metode simak dan koreksi, di mana peserta didik membaca secara bergiliran dan guru memberikan perbaikan apabila terdapat kesalahan. Latihan berulang (drill) juga diterapkan untuk memperlancar bacaan dan memperkuat pemahaman tajwid, disertai demonstrasi irama dan evaluasi berkala untuk memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik.